You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Jalur Layang MRT Masuk Tahap Pemasangan Gelagar
photo Istimewa - Beritajakarta.id

Jalur Layang MRT Masuk Tahap Pemasangan Gelagar

Koridor Mass Rapid Transit (MRT) di Jalan Sisingamangaraja untuk jalur layang memasuki tahap konstruksi pemasangan gelagar. Targetnya pemasangan gelagar dari Jalan Sisingamangaraja menuju Haji Nawi selesai pada pertengahan tahun 2017 mendatang.

Target pemasangan gelagar per hari yaitu sejumlah enam buah gelagar

Dirut PT MRT Jakarta, Dono Bustami mengatakan, pekerjaan ini merupakan salah satu bagian dari pekerjaan konstruksi untuk pembangunan koridor jalur layang MRT.

"Target pemasangan gelagar per hari yaitu sejumlah enam buah gelagar. Dengan waktu pelaksanaan pekerjaan di malam hari mulai pukul 22.00 hingga 04.00," ungkap Dono, Rabu (10/8).

Kajian MRT Fase Dua Rampung Tahun Ini

Dikatakan Dono, tiap bentang antar tiang atau kolom jalur layang MRT CP 103 memiliki panjang 30-40 meter dan akan dipasang 11-12 buah gelagar.

Segmen gelagar (box girder) yang digunakan merupakan produksi dari Wika Beton-Jaya Beton Joint Operation. Paket kontrak CP 103 ini dikerjakan yaitu Obayashi-Shimizu-Jaya Konstruksi Joint Venture (OSJ JV).

"Pemasangan gelagar pada area CP 103, terdapat dua buah alat launching gantry yang akan digunakan pada ruas Jalan Sisingamangaraja hingga Jalan Fatmawati," tandasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Perkuat Penanganan Kanker, Pram Resmikan Gedung Aura Oncology Center RSUD Pasar Minggu

    access_time30-10-2026 remove_red_eye6944 personDessy Suciati
  2. Munjirin Tinjau Ring Tinju di Kolong Flyover Kampung Melayu

    access_time26-10-2026 remove_red_eye5692 personNurito
  3. Ancol Berdzikir dan Bershalawat Perkuat Nilai Spiritual Menuju Kota Global

    access_time31-10-2026 remove_red_eye3774 personAnita Karyati
  4. Jakarta Running Festival Berpotensi Terus Berkembang

    access_time27-10-2026 remove_red_eye2141 personFakhrizal Fakhri
  5. 105 Ribu Bibit Mangrove Bakal Ditanam di Kepulauan Seribu

    access_time26-10-2026 remove_red_eye1910 personAnita Karyati